Dokter Tim PSMS Ungkap Kondisi Terbaru Abdul Rohim

Penjaga gawang PSMS Medan, Abdul Rohim, mesti ikhlas buat tak berlaga maksimal ketika menghadapi Sriwijaya FC pada Stadion Gelora Sriwijaya, Kamis (18/10) petang WIB.

Di partai itu, Rohim dihantam cedera di otot salah satu bagian betisnya. Rohim mesti diganti dengan Dhika Bhayangkara saat laga sudah berjalan hingga menit ke-65.

Dituturkan dengan dokter kesebelasan PSMS, Indra Feriadi, menyaksikan otot salah satu bagian betis Rohim yang cedera. “Saat itu tengah pemeriksaan fisik saja. Tidak pemeriksaan keseluruhan. Jika dipandang melalui posisi kejadiannya, Rohim yang kena otot salah satu bagian betisnya. Jadi otot betisnya tegang, ” tutur Indra pada BolaSport. com lewat saluran telepon, Jumat (19/10).

Indra mengakui bakal berbuat observasi selain itu tentang situasi Rohim saat PSMS telah datang pada Medan.

“Nanti rombongan saya bakal perbuat observasi lanjutan saat kesebelasan telah datang pada Medan. Sepanjang 3-4 hari rombongan saya bakal berbuat observasi dahulu guna menyaksikan situasi Rohim, ” katanya.

Lebih lanjut, Indra melanjutkan, cedera Rohim tida kambuh menyusul lokasi titik cedera yang lain.

Pakai Nomor Lama Iniesta, Saul Niguez Minta Pendapat Homer Simpson

Selepas Andres Iniesta gantung sepatu, nomor jersey 6 pada tim nasional Timnas Spanyol sekarang punya pemilik anyar, yakni Saul Niguez.

Bintang tim nasional Spanyol, Saul Niguez, saat ini menjadi pemilik nomor jersey 6 yang pernah identik dengan Andres Iniesta. Saul memanfaatkan nomor jersey itu kala tim nasional Spanyol menghajar tim nasional Wales dengan score 4-1, Kamis (11/10).

Di pertandingan itu, Saul Niguez jadi salah satu starter di sektor central bareng Dani Ceballos serta Rodri. Itu sesungguhnya kali perdana bintang Atletico Madrid ini mengenakan nomor jersey 6 itu. Saul masih mengenakan nomor jersey 8 kala berlaga kontra Inggris serta Kroasia pada September silam.

Usai menggantikan nomor itu, Saul lantas meminta anggapan pada Homer Simpson, salah satu karakter serial animasi Amerika Serikat – “The Simpson”.

“Homer, aku menggantikan nomor aku, apa anda menyukainya? ” tanya Saul memanfaatkan Bahasa Spanyol pada Twitter pribadinya.

Di dalam cuitan ini, Saul pun mengupload foto ia berdiri di depan Homer lengkap mengenakan jersey tim nasional Spanyol bernomor punggung 6.

Usai ini, Twitter RFEF (PSSI-nya Spanyol) membalas cuitan itu. “Tentu saja anak muda, nomor itu memiliki history lama di skuat serta anda seharusnya membuntuti jejak langkah Andres Iniesta. Tertanda: Homer J. Simpson, ” klaim akun itu.

Pemain yang Dapat Jadi Pembeda Timnas U-22 melawan Thailand

Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Thailand di laga pembuka Grup B SEA Games 2017 di Malaysia. 3 pemain yang potensial memuluskan langkah Indonesia di laga pertama SEA Games 2017 Malaysia. Perhelatan SEA Games 2017 di Malaysia sudah di depan mata. Seluruh perhatian masyarakat sepakbola Indonesia terarah kepada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu.

Tim Nasional (Timnas) U-22 Indonesia akan mulai perjuangannya dengan melawan Thailand di Stadion Shah Alam, Selasa, (15/08/17) sore WIB. Umumnya, pertandingan pertama dapat menentukan arah sebuah tim ke depannya. Pilihannya hanya 2: mudah atau sulit. Disamping Thailand, Indonesia tergabung di Grup B cabang olahraga (cabor) sepakbola. Garuda Muda, sebutan Timnas U-22, akan berkompetisi dengan Vietnam, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina.

Tujuan sukar diusung armada Luis Mila Aspas. Khususnya, Thailand sudah menanti di laga perdana. Anak asuh Worrawoot Srimaka terkenal canggih mempergunakan formasi menyerang 4-3-3 atau terkadang berubah jadi 4-2-3-1. Midfielder sayap kiri, Chaiyawat Buran jadi pemain yang musti diwaspadai. Dirinya terkenal mempunyai kemampuan yang aduhai serta dribble cantik.

Berkekuatan 21 pemain, Milla berharap besar anak asuhannya berusaha ekstra maksimal. Pastinya, persiapan yang dikerjakannya tidak percuma. Tidak terhitung sudah berapa kali Timnas U-22 mengadakan pemusatan latihan. Meskipun, totalnya tidak sepadan dengan pertandingan uji coba yang berlangsung.

Milla kehilangan kapten utamanya sebelum pengumuman skuad akhir. Bagas Adi Nugroho terpaksa dicoret sebab tak juga sembuh dari cedera. 3 pemain lainnya, Ravi Murdianto, Gian Zola, dan Miftahul Hamdi pun terdepak. Menghadapi Thailand, Timnas U-22 perlu bermain sabar. Mereka mampu menghandalkan sentuhan-sentuhan pendek agar takkan kadang kecurian bola.

Timnas U-22 menumpuk 8 gelandang di formasi 4-3-3 kegemaran Milla. 4 berposisi yang menjadi pemain sentral, serta sisanya adalah gelandang sayap. Dengan ini, Milla memerlukan pemain dengan visi yang baik juga memaksa untuk memberhentikan gempuran lawan. Untuk melancarkan misi utama di awal: laga pertama mempengaruhi upaya ke depannya. Kami coba merangkum dari berbagai sumber yang salahsatunya dari sini tentang 3 pemain yang dapat jadi pembeda di laga menghadapi Thailand. Berikut sajiannya buat pembaca setia:

Rezaldi Hehanusa

Bek sayap adalah urutan yang belum banyak mendapatkan perhatian lebih di setiap tim sepak bola. Tetapi, kadang perannya sangat bernilai dari pada posisi yang lainnya. Rezaldi Hehanusa diprediksikan dapat mengunci pos bek sayap kiri setelah pencoretan Bagas Adi. Rival satu-satunya di posisi itu, Ricky Fajrin ingin diproyeksikan Milla yang menjadi bek tengah buat pengganti Bagas.

Merujuk kepada penampilan di musim ini, Rezaldi patut dianggap sebagai salah satu pemain muda paling baik di Tanah Air. Performanya bersama dengan Persija Jakarta begitu moncer. Bukanlah pilihan Milla dari awal, Bule, sapaan karibnya, secara perlahan makin membuat arsitek berdarah Spanyol itu kesengsem. Kendati bukanlah jadi alternatif utama Milla didalam sejumlah laga uji coba kemudian pertandingan resmi, Bule akan memainkan peran penting di SEA Games 2017.

Bule mempunyai 2 kemampuan yang ketika ini belum banyak dijumpai di bek sayap. Handal dalam menggempur ataupun bertahan. Umpan-umpan silang Bule adalah yang paling baik di klubnya sekarang ini. Pemain berumur 21 tahun itu sudah mengukir 2 assist dari 9 debut di kompetisi dalam negeri. Tentu, lini depan Timnas U-22 yang di tempati oleh Marinus Mariyanto dan Ezra Walian menanti sumbangan bola atas dari Bule. Bule akan bahu membahu bersama dengan Septian David Maulana atau Osvaldo Haay di sektor kiri Timnas U-22. Jika Bule tengah on fire, janganlah berharap pemain lawan dapat melewatkannya.

Evan Dimas Darmono

Kualitasnya pernah diragukan sebab cedera engkel yang dialaminya. Tetapi, melewatkan Evan Dimas Darmono di ajang sebesar SEA Games merupakan satu kesalahan. Evan akan jadi kunci di sistem 4-3-3 punya Milla. Dibantu oleh Muhammad Hargianto dan Hanif Sjahbandisampingnya, midfielder Bhayangkara FC itu akan fokus untuk menopang lini depan Garuda Muda.

Passing-passing singkat ciri khas Evan dapat menciptakan permainan-permainan Garuda Muda setingkat lebih mengalir. Kecerdasan visi dan misinya didalam mengolah bola pun akan sukar dibaca oleh tim lawan. Saat ini yang lebih penting ialah, bagaimanakah menjaga kondisi Evan agar dapat fit jelang menghadapi Thailand. Karena, Evan tidak mempunyai pengganti yang se-tipe setelah dicoretnya Gian Zola. Evan akan jadi seorang pembeda jika winger serta striker Timnas U-22 berada didalam penjagaan ketat. Dia dapat hadir dari lini kedua. Tendangan jarak jauhnya pun tidaklah dapat dilihat sebelah mata.

Febri Hariyadi

Problem terbesar saat ini adalah, kenapa Febri Hariyadi jarang betul memperlihatkan kapasitas terbaiknya di Timnas U-22 ketimbang kala berseragam Persib Bandung? Tetapi untuk saat ini, winger lincah itu sedang tenar.

Ukiran hattrick asissts saat Persib menaklukan PS TNI 3-0 sebagai fakta nyatanya. Febri masih aduhai berlaga di lini sayap kanan. Tidak elok membiarkan Febri di saat penampilannya tengah oke. Terlebih lagi keyakinan dirinya tengah bertambah di level klub.

Pemain yang akrab disebut Bow itu mempunyai kemahiran didalam dribble serta kecepatan. Umpan-umpan crossingnya pun sangat akurat. Impian besar disematkan di pundak Bow. Pada saat ini merupakan pembuktian yang pas bagi dirinya pantas masuk ke skuad inti Garuda Muda. Menghadapi Thailand nanti, Febri musti menghindari kebiasannya membawa bola terlampau lama. Bermain taktis dan pintar akan setingkat lebih efektif. Sebab, lini depan Timnas U-22 sudah menantikan pasokan bola atas dan tusukan dari Febri. Baca berita lainnya yang menarik disini